Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Tingkatkan skillmu, tingkatkan added valuemu


Hai gaes, bagaimana kabarnya? Semoga postingan ini menjumpaimu saat kamu sedang panas-panasnya berjuang di dunia kerja atau justru sedang berada di titik kebosanan mengirim lamaran kerja kemana-mana, tapi belum ada yang nyantol-nyantol juga.

Kadang ada yang berfikir, kita sama-sama makan nasi, sama-sama punya waktu 24 jam sehari, tapi koq beda gaji dan pendapatannya ya? Dianya punya jabatan dan kedudukan tinggi, kita mah tetep bagai remahan rengginang, berada di posisi bawah sejak mulai masuk kerja. Nggak ada peningkatan.

Pentingnya Role-Play Untuk Melatih Kemampuan Komunikasi


Hal yang menakutkan banyak orang ternyata salah satunya harus berbicara di muka umum, pidato, presentasi, ataupun berceramah. Pun demikian bagi sebagian orang bila berhadapan dengan orang yang baru ditemui. Walaupun itu melalui saluran telepon sekalipun. Termasuk di antaranya saat interview kerja.

Alhamdulillah, sebenarnya saat ini banyak media pembelajaran yang ada yang bisa menambah wawasan kita tentang cara berkomunikasi yang baik dan efektif. Bisa melalui media sosial, youtube, website, ataupun yang lainnya. Sayangnya, membaca ataupun melihat videonya saja tidaklah otomatis membuat kita menjadi terampil dan handal dalam berkomunikasi.

Yang terpenting lagi adalah prakteknya. Atau kalau perlu melakuan role-play, latihan peran, di mana ada yang berperan sebagai pendengar, yang lain berperan sebagai pembicara. Di situ ada banyak manfaat yang didapat. Melatih keberanian, mendapatkan input dari pendengar, persiapan bisa lebih matang, kalau ada salah-salah, tidak terlalu malu atau khawatir ditertawakan orang lain.

Carilah partner atau pasangan yang bersedia menjadi pendengar yang baik, dalam artian mampu memberikan masukan atas kekurangan penyampaian kita.

So, selamat mencoba dan sukses selalu ya!

8 Cara Simpel yang Bikin Kamu Lebih Disukai Bos

Mau mengambil hati atasan? Berikut delapan cara agar kamu disukai bos. 
Jakarta - Biasanya bos akan menyukai seseorang yang bekerja dengan bagus. Tapi kadang bekerja keras saja belum cukup untuk menarik perhatian atasan. Menurut para pakar, kamu juga harus tahu cara mengambil hati bos dengan trik-trik khusus. Bukan untuk menjilatnya sehingga menaikkan karier kamu, cara-cara ini juga bisa diterapkan untuk memperkuatkan hubungan dan kerja sama tim.

Inilah Kualitas Pekerja Terbaik Menurut Steve Jobs

Resume yang sempurna, pakaian yang mengesankan saat wawancara, dan berhasil menaklukan semua pertanyaan wawancara ternyata tidak menjamin Anda menjadi karyawan terbaik. Menurut Steve Jobs, ada satu kualitas tidak biasa yang harus dimiliki pekerja. Dan itu semua lebih dari sekadar resume atau kemampuan menaklukan wawancara. 

Steve Jobs pernah merekrut beberapa manajer profesional untuk perusahaannya yang sedang berkembang. Tapi, dalam sebuah video Steve Jobs berkata bahwa kebanyakan dari mereka hanyalah kumpulan orang bodoh. "Mereka tahu bagaimana mengelola, tapi mereka tidak tahu cara bertindak," ucapnya.

7 Tanda Kamu adalah "Pegawai Kesayangan Bos"

Pernahkah kita bertemu dengan atasan yang terbuka, dan menunjukkan apa yang dirasa atas kerja bawahan secara langsung? Tipe bos semacam ini seringkali melontarkan pujian ketika bawahan dinilai sukses merampungkan tugasnya. Bos semacam ini pun biasa memberikan umpan balik yang positif dan terperinci. Metode semacam itu dipercaya mampu membuat bawahan merasa memiliki peran tak kalah penting dalam kesuksesan perusahaan. 

Sayangnya, tidak semua pimpinan di tempat kerja akan berbuat yang sama. Ada tipe bos yang sulit untuk diprediksi, apakah dia puas atau malah kecewa. Nah, karena tidak semua atasan bersikap terbuka, maka tidak ada salahnya jika kita langsung meminta umpan balik.

Jurusan dan Pekerjaan Paling Dibutuhkan 2020

Disruptif teknologi, perubahan iklim, robotika, keterbatasan sumber daya alam, energi terbarukan, sharing economy dan pengolahanan data merupakan tantangan sekaligus peluang yang membentuk cara orang bekerja hari ini dan karir masa depan. Beberapa faktor di atas dapat menjadi pertimbangan dalam memilih jurusan kuliah atau pilihan karir di masa depan.  Macquarie University, peringkat 9 universitas terbaik di Australia dan peraih bintang 5 dari QS World University Ranking, memetakan program studi dan pekerjaan yang paling dibutuhkan pada tahun 2020 mendatang:

Cara Menemukan "Passion" dalam Karier

Masih bingung menemukan passion Anda dalam karier? Boleh jadi Anda bukannya tidak tahu, tetapi sebenarnya tidak peduli. Menurut CarrerCoach Rene Suhardono, menemukan passion dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melakukan kegiatan baru, bertemu orang baru, atau makan makanan baru. "Kunci utama yang harus dimiliki seseorang dalam menemukan passion adalah antusiasme," jelas Rene, dalam bukunya Your Job Is Not Your Career. 

Menemukan passion tak harus meninggalkan pekerjaan Anda saat ini. Bahkan, kata Rene, passion bisa dikembangkan dari pekerjaan yang sekarang. Kembali lagi, kuncinya terletak pada diri sendiri dan bersikap antusias dengan kehidupan dan karier yang Anda miliki.

Talent ‘T’ Penguasa Masa Depan Dunia Kerja? Siapa Mereka?

Salah satu perdebatan yang sering muncul di kalangan profesional saat ini adalah siapa talent yang akan lebih menguasai pangsa kerja di masa depan. Apakah itu orang-orang generalis atau spesialis?

Generalis adalah mereka yang memiliki beberapa skill serta memahami berbagai hal dalam satu bidang atau lebih. Misalnya saja seorang tukang kayu yang bisa membetulkan pipa bocor atau atap yang bocor. Atau seorang marketer yang dapat menguasai beberapa platform pengiklanan dari mulai sosial media, televisi hingga platform iklan jenis lain.

Orang-orang dengan tipe generalis tersebut sangat cocok dengan tipe ekonomi freelance atau jenis pekerjaan yang tidak terikat. Akan lebih mudah bagi mereka untuk memasarkan  diri mereka. Hanya saja, si generalis memiliki kelemahan bahwa ketika mereka bisa melakukan segala hal, mereka tidak memiliki keterampilan mendalam dalam satu bidang. Dikarenakan telah mempelajari banyak hal, kemungkinan untuk menguasai suatu keterampilan secara mendalam dan keseluruhan menjadi lebih kecil.

Baca juga: Agar Lolos Wawancara Kerja, Jangan Lakukan 4 Hal Ini

Sebaliknya, kaum spesialis adalah mereka yang sangat fokus pada satu bidang dan menguasai bidang tersebut dengan sangat baik. Beberapa contoh tipe spesialis ini antara lain ahli kelistrikan atau programmer. Keuntungan yang diperoleh apabila Anda merupakan tipe spesialis adalah Anda bisa menciptakan personal brand yang akan dengan mudah dikenali orang lain. Sehingga ketika seseorang mendapatkan sebuah masalah dan memerlukan solusi terpercaya, ia akan langsung mengingat nama spesialis ini.

Namun, tipe ini pun memiliki kekurangan. Misalnya saja ketika mereka dihadapkan pada jenis pekerjaan yang membutuhkan lebih dari sekedar keahlian khusus, tetapi pemahaman terhadap keseluruhan tema dalam bidang yang sedang dikerjakan. Menguasai satu jenis keahlian secara mendalam memang dapat membuka beberapa kesempatan. Namun, di sisi lain juga menjadi limitasi karena harus fokus pada satu area saja.

Lantas jika dibandingkan, mana yang lebih unggul dalam persaingan tenaga kerja di masa mendatang? Ternyata bukan salah satu di antara keduanya. Dan untuk memenangkan persaingan, setiap orang harus dapat memadukan keduanya.

Menjadi talent yang berwawasan dan juga ahli dalam satu bidang, layaknya huruf ‘T’. Garis atas horizontal pada huruf T melambangkan pengetahuan yang luas sedangkan garis vertikal melampangkan kedalaman keterampilan yang dimiliki. Tipe karyawan ini disebut sangat ideal karena mereka memiliki basis yang kuat tentang pengetahuan secara general. Di sisi lain, ia juga memiliki keterampilan yang mumpuni untuk memberikan sebuah solusi terhadap suatu masalah. Sangat penting bagi kita untuk disiplin dan fokus sehingga diri makin berkembang dan kemampuan semakin bertambah.

Masa depan dari dunia kerja tentunya akan menghadirkan perubahan baik itu secara drastis mapun dalam batas wajar. Namun, dengan bekal kemampuan terpola huruf T tersebut, seorang talent tidak perlu lagi khawatir akan kalah dalam persaingan.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Cara Terbaik Memperbaiki Hidup Yang Stuck

Artikel ini saya peroleh dari blog yang apik banget, yakni Blog Strategi + Manajemen  , recommended untuk rutin dikunjungi. Selamat membaca artikel ini: 

Nasib Hidupmu Stuck Karena Anda Gagal Lakukan Dua Langkah Ini !!!

Dalam artikel yang kita ulas tiga minggu lalu, kita telah mengulas tentang kenapa sebagian orang yang stuck cenderung akan stuck selamanya. Nasib muram seolah menjadi teman setia yang menyertainya hingga waktu yang amat panjang.

Perhatikan 7 Hal Ini untuk Menjaga Motivasi Kerja Karyawan

Bekerja dalam satu perusahaan bersama banyak tenaga kerja pada era serba modern ini memiliki banyak tantangan. Salah satunya adalah lupa untuk memanusiakan manusia karena terbiasa bekerja dengan mesin dan sistem. Bekerja dengan sesama manusia berarti Anda perlu mengingat bahwa manusia harus memiliki dorongan agar mampu bekerja lebih keras. Sebagai pemimpin atau seorang HRD, motivasi kerja karyawan harus selalu Anda jaga dalam keadaan baik agar karyawan juga bisa bekerja dengan maksimal.

Industri 4.0 'Ancam' Keberadaan 35% Profesi Penting

Revolusi industri 4.0 akan menjadi medan yang dihadapi generasi muda Indonesia. Peluang kerja di masa mendatang perlu disiasati dengan cermat.

Dalam rilis Indonesian Diaspora Network (IDN)-United kepada detikFinance, Jumat (5/4/2019) Profesor Herry Utomo dan Ida Wenefrida dari Lousiana State University membedah industri 4.0 di 5 universitas di Indonesia. Universitas itu adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Tunas Pembangunan (UTP) dan Universitas Mataram (Unram).

Simpel… Sukses Itu Cuma Butuh Keseimbangan Karir, Keluarga, dan Hiburan!

Kesuksesan tak dapat diukur dengan banyaknya penghasilan atau jabatan yang sudah dicapai. Menurut Louis Efron, penulis buku “How to Find a Job, Career and Life You Love”, sukses didapat dengan menciptakan kehidupan yang seimbang. Dilansir dari Forbes, Efron mengungkapkan bahwa cinta pada pekerjaan itu penting, tetapi menyeimbangkannya dengan pola hidup jauh lebih penting. Bagi Efron, tiga hal dasar yang perlu diperhatikan adalah efektivitas manajemen waktu, kesehatan tubuh, serta waktu berkualitas dengan keluarga, teman dan orang terkasih. Simpel sekali, ternyata. 

Nah, bila hal-hal tersebut sudah dapat dijalankan, maka Anda terbilang siap mengimbangi hidup Anda. Berikut caranya. 

Fokus Pada Hidup, Bukan Pekerjaan. 

Ubah perspektif untuk fokus pada kehidupan, sementara pekerjaan dijadikan untuk menunjang finansial dalam merealisasikan kehidupan impian Anda. Itu adalah prinsip, jangan dibalik. Mark Mahoney, President and Co-founder perusahaan software Jackrabbit mengaku begitu mencintai hidupnya. 

Namun, dia juga mendorong karyawannya agar melakukan hal yang sama. Hasilnya, tak hanya perusahaannya sukses dan menjadi besar, tapi juga hidupnya dan para karyawannya. Sejatinya, itulah yang kemudian disebut sukses tercipta karena harmoni antara bisnis, keluarga dan konsep me time. Dengan mencintai hidup, orang tak hanya akan bekerja, tapi juga memanfaatkan waktu untuk bermain di antara pekerjaannya. 




Mahoney selalu serius bekerja. Tapi, saat memanfaatkan waktu berlibur untuk menyenangkan diri bersama keluarga, ia akan menonaktifkan akses pekerjaan. Ia tidak akan membuka email untuk urusan kerja, tidak juga membuka komputer sebelum tidur, dan jadwal-jadwal rutin lainnya. Seluruh hidupnya hanya untuk berlibur, benar-benar berlibur! Anda butuh rehat sejenak dari pekerjaan yang menyita waktu.Tentu saja, Anda juga bisa mencontohnya. Anda butuh rehat sejenak dari pekerjaan yang menyita waktu. Bila benar-benar mencintai hidup, Anda dapat menemukan cara untuk memberi waktu pada diri Anda sendiri untuk merealisasikan impian. 

Melalui smartphone, misalnya. Anda tak perlu berpikir jauh. Permainan yang ada di dalam ponsel pun sebetulnya dapat dimanfaatkan untuk merehatkan pikiran sejenak saat istirahat tiba. 

Hargai Kemampuan Diri 

Saat bekerja, jangan lupa menghargai kemampuan diri. Membuang energi berlebihan bisa membuat diri merugi. Selain sakit dan stres, Anda tak dapat produktif dengan hal-hal penting lainnya.    Saat bekerja, jangan lupa menghargai kemampuan diri.   Tentu saja, bila Anda merasa teknologi mengubah segalanya, itu bisa jadi benar, tapi bisa juga tidak. Anda mungkin dapat melampaui batas dan kemampuan diri dengan bantuan teknologi. Dengan teknologi semuanya terlihat lebih mudah dan lebih cepat selesai. Tapi, kesehatan juga harus diprioritaskan. Anda harus memberi tubuh waktu istirahat yang cukup. Bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras. Caranya, atur manajemen waktu dan berani katakan tidak saat pekerjaan melebihi kemampuan diri. 

Cari Panutan 

Dulu, Efron menjadikan manajer di tempat bekerjanya sebagai panutan serta mempelajari cara menyeimbangkan karir, keluarga dan kesukaan pribadi. Manajer tersebut begitu mencintai hidupnya. Ia selalu bercerita tentang kehidupan keluarganya, aktivitas anak-anaknya dan melampiaskan kesenangannya untuk merekam apa yang anak-anaknya lakukan untuk dijadikan video. Hidupnya terlihat bahagia. Ia selalu tersenyum dan menjalani kehidupannya tanpa tekanan. 

Beri Waktu untuk Diri Sendiri 

Lakukan apa yang Anda suka sebagai waktu untuk menghibur diri setidaknya satu kali dalam sebulan. Berwisata, olah raga, membaca buku, mendengarkan musik atau hobi menyenangkan lainnya perlu Anda lakoni.   Lakukan apa yang Anda suka sebagai waktu untuk menghibur diri(Shutterstock)   Anda juga bisa mengajak keluarga atau sahabat terdekat. Jangan lupa abadikan momen ini dengan kamera. Yang terpenting, yakini bahwa ini bentuk apresiasi terhadap diri sendiri.

Penulis : Sri Noviyanti
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

3 Tanda Kita Terjebak dalam Karir yang Salah

Riset menunjukan mereka yang berada pada usia 20-an dan 30-an memiliki kepuasan kerja yang rendah. Tentunya hal ini berdampak negatif pada kesehatan mental saat menginjak usia 40 tahun ke atas. Menurut pelatih kesehatan bersertifikat dan co-founder Health Pelatih Institute, Stacey Morgenstern, peningkatan kepuasan kerja adalah hal yang penting. Kepuasan kerja bukan hanya berdampak pada karir karyawan, tapi juga kesehatan karyawan. Dilansir dari CNBC, berikut tiga tanda kita terjebak dalam karir yang salah. 

1. Merasa gaji kurang, terlalu banyak bekerja dan kurang dihargai 

Pilih Mana: Gaji Besar Atau Pekerjaan yang Memuaskan?

Mana yang lebih penting dan membahagiakan buat Anda? Gaji besar tapi pekerjaan kurang menyenangkan atau gaji pas-pasan tapi pekerjaan Anda begitu menantang dan mengasyikkan? Ya, perdebatan antara gaji besar atau kepuasan bekerja sepertinya tidak akan pernah berakhir. Padahal, Anda harus menentukan prioritas agar bisa mengambil keputusan penting seputar karier. 

Lalu bagaimana caranya menentukan mana yang lebih membahagiakan, gaji besar atau pekerjaan yang memuaskan? Dikutip dari The New York Times, penelitian National Academy of Sciences mengatakan bahwa gaji besar atau seberapa banyaknya uang yang Anda miliki tidak akan  membuat Anda lebih bahagia. Kok bisa? 

5 Tips Agar Tetap Bersemangat Menjalani Karir

Pernahkah kamu terbangun di pagi hari dengan sangat amat tidak semangat, bahkan membayangkan ingin segera pergi tidur lagi di malam harinya? Atau mungkin kamu merasa kebanyakan waktu di hidupmu dihabiskan untuk bekerja. 

Ashley Stahl, yang melatih para pencari kerja sekaligus menjalankan CAKE Publishing menjelaskan dalam laman Forbes, hanya 13 persen pekerja di seluruh dunia yang mengatakan mereka menikmati karir yang dijalaninya. Sedangkan 87 persennya mungkin merasakan sebaliknya. Apakah kamu termasuk yang ini? Jangan sampai ketidaksukaanmu dengan karir saat ini membuatmu hanya membuang-buang waktu berharga. Setidaknya, cobalah untuk menikmatinya. 

5 Hal yang Patut Dihindari di Hari Pertama Kerja

Rasanya seperti "PR" saat harus memulai pekerjaan di tempat baru. Tapi ladies bisa kok melewatinya dengan baik. Hindari saja hal-hal berikut di hari pertama ladies bekerja.

Setiap orang punya mimpi untuk memiliki sebuah pekerjaan yang ideal. Bisa saja sih, tapi untuk mendapatkannya ladeis harus berpikir matang. Caranya, jangan sampai ladies melakukan 5 hal berikut di hari pertama kerja.  

1. Jangan berdiam di meja kerja 

10 Tipe Bos di Kantor, Tipe Seperti Apa Bos Anda?

Suka tidak suka, mau tidak mau, dalam bekerja, Anda harus bisa bekerja sama dengan si Bos. Namun, tak bisa dipungkiri, terkadang tak mudah untuk bisa 'klop' dengan si bos.

Anda harus memiliki cara tersendiri agar saling merasa nyaman satu sama lain. Ini menjadi sangat penting karena sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja dan juga kelangsungan karir Anda. Nah, agar bisa menyatu dengan si bos, kenali dulu 10 tipe bos ini dan cara menghadapinya:

1. Si lemah lembut

10 Tips Enjoy di Tempat Kerja

Jenuh dengan pekerjaanmu saat ini? It's normaly, manusiawi jika kamu bosan dengan rutinitas mu setiap hari. Termasuk dengan pekerjaanmu.

Perkerjaan yang menumpuk, rekan kerja dan suasana yang monoton tak jarang membuat seseorang mengalami kebosanan akut.

Tapi, resign bukanlah solusi. Apalagi tidak mudah mendapatkan pekerjaan lain yang lebih menyenangkan. Yup, tak ada jalan lain selain berusaha menikmati pekerjaanmu yang sekarang. Bagaimana caranya?

Kuncinya hanyalah bagaimana kamu merasa bahagia dengan pekerjaanmu. 10 tips berikut ini akan membuatmu betah sekaligus enjoy di tempat kerja. Check this out ladies!

Jika Karir Mandeg, Apa yang Harus Dilakukan?

Apakah anda sudah bekerja lebih dari lima tahun tapi masih duduk di kursi yang sama, dengan bos yang sama dan perkerjaan yang sama?

Jika ya,bisa dibilang karir anda mandeg atau jalan di tempat.

Ya, meskipunanda merasa nyaman dan merasa perkerjaan itu baik, tapi anda tak menyadaribahwa anda telah terjebak dalam kondisi yang stagnant alias tanpa kemajuan.

Lalu apayang sebaiknya dilakukan jika karir mandeg? Coba perhatikan hal berikut:

Bagaimana Agar Karir Cepat Menanjak?

Siapapun ingin mengalami peningkatan dalam karirnya. Karena itu apapun akan diusahakan agar karirnya terus menanjak. Namun, bukanlah hal mudah untuk mencapai puncak karir. Dibutuhkan perjuangan yang lebih keras, dari sekedar bekerja.

Tapi, jangan khawatir. Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini. Coba perhatikan tips berikut:


# Selalu menunjukkan rasa berterima kasih dan bersyukur

Jika anda melakukan hal yang baik atau mendapatkan hal-hal yang baik maka anda akan mengucap terima kasih. Hal inilah yang menunjukkan anda merasa bersyukur dengan hal-hal yang ada di sekitar anda.