E-BOOK MEDICAL REPRESENTATIVE

Berikut daftar isi ebook Medical Representative ini:

I.      Definisi Medical Representative 
A.  Tugas dan Fungsi Medical Representative 
B.  Tugas  
C.  Struktur Dalam Perusahaan Farmasi  
D. Skema Kerja  
E.  Jam Kerja  
F.  Sarana Kerja/Tools  
G. Tahapan Bekerja  
H.  Macam-macam Medical Representative  
I.   Sistem Penghasilan  
J.   Jenjang Karir  
K.  Intisari  
II.    Kemampuan Dasar Medical Representative  
A.  Product Knowledge  
B.  Teknik Negosiasi  
C. Territory Management  
III.  Kunci Sukses Medical Representative  
A.   Tahapan Pelatihan (Training)  
B.   Tahapan Masa Percobaan (Probation Time)  
C.   Kiat Sukses Mengejar Karir  
IV.   Menjadi Medical Representative Profesional  
A.   Smart Detailing  
B.   Metode Detailing  
C.   Feature and Benefit Product  
V.     Hal-hal Yang Sebaiknya Dilakukan Seorang Medical Representative  
A.   Harus Mampu Berkomunikasi Dengan Baik  
B.   Ngrekap Sales!  
C.   Menjaga Hubungan Baik Dengan Customer  
D.   Mengelola Area Coverage  
E.   Memahami Peran Penting Salesman  
F.    Survey Apotek  
G.   Memahami Tipe Dokter dan Bagaimana Menghadapinya  
VI.   Mengenal Personality Dokter

Ebook ini sangat jelas menceritakan seluk beluk mengenai Medical Representative, yang dijabarkan dalam 60-an halaman dan semoga bisa menjadi panduan Anda dalam meniti karir di dunia farmasi.
Untuk mendapatkannya, silakan klik di sini

Bagus Tidaknya Cara Kita Memimpin

Salah satu tantangan terbesar seorang atasan adalah memastikan bahwa dirinya sudah melakukan yang terbaik dalam memimpin anak buahnya. Perasaan sih, sudah semua dilakukan ya. Tapi, bagaimana caranya meyakinkan hal itu? Soalnya, tidak ada alat ukur yang benar-benar akurat. Paling-paling menggunakan prinsip 360 degres survey kan.

Masalahnya, hasil survey seperti itu sering tidak benar-benar akurat. Namanya survey, kadang diisi sekena-kenanya. Kadang tidak berani memberi jawaban yang sesungguhnya. Dan setelah ada hasilnya, kita tidak tahu secara spesifik ini jawaban dari siapa dan bagaimana harus menyikapinya kepada orang yang tepat. Jadi, gimana caranya untuk mengukur apakah kita sudah memimpin anak buah dengan baik atau belum?

Kisah Selembar Cek Seribu Pound Sterling

Suatu sore yang cerah Rio dan Bijak Kecil bersantai di taman kota. Sementara Bijak Kecil duduk di bangku taman membaca buku dari tablet elektroniknya, Rio terbang kian kemari di sekitar tuannya supaya aman.
Bijak Kecil sedang tenggelam dalam bacaannya ketika Rio hinggap di atas lututnya sambil menyapa: "Tuan! Tuan! Tuan! Cup...cup... cup!"

Bijak Kecil mengalihkan perhatiannya dari buku elektroniknya kepada burung beo kesayangannya dan ternyata Rio mencengkram selembar uang, ya, ampun seratus dolar.

Memutus Mata Rantai Kepemimpinan Yang Buruk

Coba sekali lagi perhatikan gaya kepemimpinan Anda. Apakah cara Anda memimpin anak buah kurang lebih seperti cara atasan Anda memimpin Anda? Ataukah Anda memimpin mereka dengan cara Anda sendiri? 

Kebanyakan orang sih, memimpin dengan cara yang nyaris mirip seperti para atasan mereka. Karena setiap pemimpin adalah produk yang dihasilkan dari proses pengkaderan oleh atasannya, dengan gaya dan cara mereka. Maka wajar jika cara pemimpin baru memimpin itu mirip dengan cara para pemimpin sebelumnya. Anda melihat fenomena yang sama?

Analisis Neraca Rugi Laba Karir Kita

Untuk kesekian kalinya saya bertemu dengan seseorang yang berhenti bekerja dengan alasan klasik; ‘gajinya tidak sesuai’. Lalu memilih untuk ‘menanti’ pekerjaan lain. Dulu saya mengira jika hal itu hanya terjadi pada karyawan level UMR. 

Namun ternyata tidak, karena ada juga professional kelas menengah yang lebih suka ‘tidak bekerja’ daripada dibayar ‘tidak tinggi’. Orang yang sampai mengambil keputusan ekstrim seperti itu memang tidak terlalu banyak. 

Namun, ada banyak orang yang ‘punya pikiran’ sama, hanya saja tidak sampai berhenti bekerja. Ada yang karena belum mendapatkan pekerjaan lainnya. Dan ada juga yang memang tidak kepikiran untuk pindah, sehingga hanya bisa mengeluh saja.