Memanusiakan Bawahan

Anak buah Anda tidak bergairah? Beruntung jika tidak punya anak buah seperti itu. Sebab, banyak atasan yang pusing tujuh keliling karena mandapati anak buahnya seperti itu. Padahal dulu ketika memulai pekerjaan itu, mereka adalah orang-orang yang sangat antusias. Namun, sekarang mereka kehilangan gairah itu. Asal datang ke kantor saja sih. Tapi hanya fisiknya saja yang datang. Jiwanya, mereka tinggalkan disuatu tempat lain entah dimana. Makanya, pekerjaan mereka juga asal jadi saja. Mau bekerja kalau disuruh. Itu pun tidak pada tingkatan kinerja tertingginya. Yakin anak buah Anda tidak ada yang seperti itu?

Landasan Untuk Setiap Tindakan

Pic. Source: blackgirlslim.com
Di tatar sunda ada peribahasa yang bunyinya begini; “Moro julang, ngaleupaskeun peusing”. Julang itu adalah sebutan untuk hewan sejenis burung yang jago terbang. Sedangkan Peusing itu adalah sebutan kami untuk trenggiling yang jalannya lamban. Moro julang, ngaleupaskeun peusing artinya melepaskan sesuatu yang sudah ada ditangan kita, untuk mengejar-ngejar hal lain yang belum jelas juntrungannya. Julang itu sebenarnya belum tentu lebih bernilai daripada Peusing. Namun, gengsinya jelas lebih tinggi. Sama seperti kita yang sebenarnya sudah punya segala sesuatu, namun masih mengejar hal-hal lain demi gengsi yang lebih tinggi. Meskipun, untuk itu kita mesti mengorbankan apa yang selama ini sudah kita miliki. Tapi, apa salahnya kita mengejar gengsi yang lebih tinggi. Iyya kan? Iyya sih. Tapi….

Tangga Yang Mana Yang Anda Panjat?

Pic. Source: www.turbosquid.com
Secara harfiah, tangga adalah alat untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Misalnya tangga rumah. Tangga bambu. Tangga tali. Tangga kayu. Dan sebagainya. Meskipun bahan dan bentuknya berbeda-beda, tetapi struktur dasar dan fungsinya sama, yaitu; memungkinkan seseorang untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi. Di kantor, urusan kenaikan karir pun berkaitan dengan tangga. Itulah sebabnya kenapa jenjang karir itu disebut sebagai career ladder alias tangga karir. Sangat sulit bagi Anda untuk naik keatap rumah, jika tidak menggunakan tangga bukan? Sangat sulit juga bagi Anda untuk sampai di puncak karir, tanpa adanya alat bantu berupa career ladder itu. Pertanyaannya adalah; apakah Anda sudah mempunyai tangga yang tepat untuk menapaki jenjang karir Anda?

Meraih Rezeki Yang Mulia

Pic. Source: www.myninjaplease.com
Anda tahu nggak, berapa harga sekilo gula pasir sekarang? Atau seikat bayam. Kalau tiga butir tomat? Jika Anda tidak tahu, coba saja tanyakan kepada istri Anda di rumah. Atau, boleh juga bertanya kepada pembantu rumah tangga Anda yang setiap pagi bertemu dengan tukang sayur keliling. Ini bukan untuk membuat Anda pusing. Tetapi, setidaknya kita bisa menyadari apa yang saat ini tengah terjadi. Sebab bagaimana pun juga, orang yang sadar bisanya lebih waspada daripada mereka yang tidak menyadari apa yang terjadi disekelilingnya, bukan?

Pagi itu, saya sedang asyik didepan komputer. Ide-ide beterbangan mengitari kepala saya. Dan jemari tangan ini terus menari diantara toots-toots keyboard. Tiba-tiba terdengar istri saya berbicara dengan asisten rumah tangga kami di rumah. “Bu, harganya jadi 70 ribu…,” katanya.

Mengejar Bayaran Berkali-kali Lipat

Pic. source: www.journeyherenow.com
Berapa Anda dibayar untuk pekerjaan itu? Ehm.., rahasia dong ya. Kalau bayarannya besar, Anda tentu tidak ingin kolega lain pada iri. Dan kalau bayarannya kecil, Anda tentu setuju jika mertua tidak perlu tahu. Rahasia pribadi deh pokoknya. Tapi, mari kita mengandaikan Anda sudah dibayar dengan angka yang layak. Lalu kepada Anda diberitahukan bahwa bayaran itu akan dilipatgandakan. Pertanyaan; apakah Anda akan semakin giat dalam bekerja? Ah. Tentu saja dong ya. Kalau soal bayaran yang dilipatgandakan, tidak jadi soal lagi berapa bayaran kita sekarang. Yang masih kecil pasti senang. Yang bayarannya sudah besar juga dijamin gembira. Betul demikian, kan?