Salah satu tugas Medical Representative (Medreps atau detailer) adalah survey apotek. Kegunaan survey ini adalah untuk mengetahui apakah produk kita telah tersedia di apotek tersebut, kalau telah tersedia, siapakah yang meresepkannya, kemudian juga kita bisa menanyakan mengenai produk kompetitor.
Dengan melakukan survey apotek, kita bisa tahu pola peresepan dokter. Apakah dokter tersebut telah menuliskan resepnya sesuai dosis, atau dokter tersebut menggunakan terapi yang lain selain terapi milik kita.
Teknis pelaksanaannya bisa bermacam-macam, ada apotek yang sudah teradministrasi dengan baik, memiliki sistem pencatatan yang tertata, sehingga setiap resep yang masuk langsung tercatat beberapa hal, misalnya nama dokter pemberi resep, obat yang diresepkan, dosisnya, tanggal berapa diresepkan, dan lain-lain. Kita bisa memperoleh data tersebut dalam bentuk soft copy maupun print out. Namun tidak semua apotek seperti itu.
Orang yang biasanya kita temui untuk mengetahui hal ini adalah asisten apoteker, apoteker, penjaga apotek, bagian pembelian, ataupun pemiliknya langsung. Kalau kita bisa menjalin hubungan baik dengan mereka, maka mereka akan memberikan informasinya dengan senang hati, atau bahkan ketika akhir bulan, kita bisa mintakan order untuk menambah sales.
Penulis : Moh. Bambang Pamungkas
Klik ini: e-book Medical Representative , berisi ulasan lengkap mengenai dunia Medreps!
DAPATKAN E-BOOK ISTIMEWA 'MENGUPAS TUNTAS RAHASIA INTERVIEW KERJA", KLIK DI SINI.
ATAU DALAM BENTUK DVD BERISI PULUHAN VIDEO DAN E-BOOK DI SINI.
Berbagi pengalaman, pengetahuan, inspirasi dan motivasi... sebab dengan berbagi, kita semakin kaya dan berbahagia dalam mengarungi hidup...
Inspirasi : Ikut Campur atau Kontrol Sosial?
Mencampuri urusan orang lain bukanlah perilaku yang baik. Tetapi, membiarkan orang lain melakukan sesuatu sesuka hati juga tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang bisa memusuhi orang lain hanya gara-gara merasa urusannya dicampuri. Dan, tidak sedikit peristiwa buruk terjadi karena orang tidak saling peduli. Di kantor, ada orang yang marah kepada temannya hanya karena dia ditegur;”ingat, itu telepon kantor…jangan dipake pacaran melulu..”. Ada juga orang yang akhirnya dipecat setelah teman-temannya tidak mau peduli meski mereka tahu dia suka melakukan tindakan keliru. Maka dari itu, kita mesti bisa menjalankan fungsi sosial tanpa harus ikut campur urusan orang lain.
Membalas Kebaikan Ibu
Suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah.
Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”
Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi).
Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa setiap anak tidak akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali ia menemukan orang tuanya sebagai budak, lalu dibeli dan dimerdekakan. (HR Muslim).
Mental Juara Messi dan Ronaldo
3 hari ini kita disuguhkan pertandingan sepakbola yang menarik ratusan juta pasang mata di seluruh dunia. Yang pertama adalah pertandingan antara Barcelona melawan Chelsea yang akhirnya dimenangkan oleh Chelsea, dan kedua antara Real Madrid melawan Bayern Munich. Hasilnya telah sama-sama kita ketahui, Bayer Munich akan bertemu Chelsea di final Liga Champions.
Saya bukan ahli ataupun pengamat sepakbola. Nendang bola aja sering salah, bahkan pernah menendang bola, yang melayang bukan bolanya, tapi malah sepatunya! Hehehehe...Saya ingin membahas mengenai Lionel Messi sang anak ajaib dan Cristiano Ronaldo.
Saya bukan ahli ataupun pengamat sepakbola. Nendang bola aja sering salah, bahkan pernah menendang bola, yang melayang bukan bolanya, tapi malah sepatunya! Hehehehe...Saya ingin membahas mengenai Lionel Messi sang anak ajaib dan Cristiano Ronaldo.
Batu Besar
Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang
manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan
kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia
mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi
ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak
ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada
kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua
mahasiswa serentak berkata, "Ya!"
Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?"
Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil.
Langganan:
Postingan (Atom)




