Kepintaran tentu dibutuhkan untuk bisa sukses dalam pekerjaan. Namun kadang nilai tinggi atau lulus dari universitas bergengsi saja tidak cukup untuk membuat seseorang bisa diterima di perusahaan besar. Hal tersebut diungkap oleh bos AirAsia, Tony Fernandes. Ia mengaku jika nilai akademis bukanlah yang dicarinya ketika menerima pegawai baru tapi orang-orang 'lapar'.
Hal tersebut disampaikannya ketika mengisi konferensi Money 20/20 di Singapura. Dalam acara itu, Tony Fernandes mengungkap alasan utama mengapa AirAsia menjadi salah satu perusahaan paling menarik di Malaysia. Menurut Tony, kuncinya adalah pada perekrutan. Ia mengaku selalu mencari 'orang-orang yang lapar' dan 'ingin membuktikan'.
Berapa jumlah cuti di kantormu? Umumnya jumlah cuti di setiap perusahaan di Indonesia berjumlah 12 hari dalam setahun. Hanya ada beberapa perusahaan yang memberikan jumlah curi lebih dari itu.
Apa jadinya jika sebuah kantor memberikan waktu 'libur' selama tiga bulan namanya dalam satu tahun? Ini terjadi di perusahaan Ernst & Young Australia. Fasilitas ini disebut 'Life Leave'.
Dilansir dari Business Insider, para karyawan menggunakan jatah Life Leave tersebut untuk traveling, hingga kursus. Namun sayangnya, selama tiga bulan itu karyawan tidak dibayar oleh perusahaannya.
Selain pintar, mereka yang bisa masuk universitas 'Ivy League' sering kali datang dari keluarga berada. Namun bukan berarti pelajar yang punya latar belakang sederhana tidak bisa diterima. Tengok saja seorang remaja bernama Athena Capo-Battaglia asal New York, AS berikut. Meski tidak punya rumah dan hidup di penampungan, Athena tetap bisa belajar dengan baik hingga diterima di Universitas Harvard.
Kisah Athena diterima di Harvard University viral belakangan ini. Pasalnya Athena datang dari latar belakang keluarga kurang mampu yang bahkan tak punya rumah. Dilansir New York Daily News, ibu Athena tidak bisa membayar sewa rumah hingga harus hidup di penampungan. Apalagi sang ibu mengidap kanker payudara dan neneknya meninggal. Hal ini pun menjadi motivasi Athena untuk giat belajar.
Baca juga : Kisah Nyata & Haru Gadis 11 Tahun yang Setiap Hari Catat Daftar Biaya Hidupnya
Pendidikan tentu menjadi cara paling efektif untuk mengentas kemiskinan. Mengetahui hal tersebut, seorang remaja mendedikasikan masa mudanya untuk tekun belajar. Ia pun menjadi inspirasi bangsa setelah viral karena belajar hingga 17 jam dalam sehari.
Remaja bernama Zhu Zheng menjadi inspirasi banyak orang karena ketekunannya belajar. Anak 17 tahun asal China tersebut jadi viral terkenal setelah menampilkan jadwal belajar 17 jamnya. Jadwal tersebut bukan termasuk waktu sekolah sehari-hari namun untuk liburan musim dingin. Murid kelas 11 SMP Wuhan 11 di Provinsi Hubei itu memang datang dari latar belakang kurang mampu dan bercita-cita ingin mengeluarkan keluarga dari kemiskinan.
Setiap orang yang mau berusaha pasti akan menemukan kesuksesan. Cerita inspiratif mengenai kegigihan pun datang dari seorang wanita bernama Wu Yajun yang kini jadi pengusaha real estate kaya raya. Tak disangka jika dahulu dulunya ia pernah jadi pekerja pabrik.
Wu Yajun memulai karier dengan menjadi buruh di pabrik dan digaji $16 atau sekitar Rp 225 ribuan per bulan. Sekarang kekayaannya diprediksi mencapai $8,3 juta atau Rp 116 miliaran. Pengusaha asal China tersebut dikatakan adalah salah satu wanita terkaya dengan usaha sendiri. Sebelum mendirikan Longfor Properties, ia juga sempat bekerja sebagai jurnalis.