Dijuluki 'Anak Macan', Seperti Ini Karakter Generasi Millennial Saat Bekerja

Sebagian dari Anda mungkin sudah familiar dengan istilah generasi millennial. Millennial adalah golongan orang yang besar di era 2000-an dan saat ini berusia antara 18 sampai 34. 

Hidup di zaman yang serba cepat dan instan, para millennial pun dikenal punya kepribadian yang lebih 'menantang' dari para pendahulunya, Generasi X dan Baby Boomers. Meski lebih kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah, mereka juga dinilai narsis dan cepat bosan saat bekerja. 

6 Tips Mengembangkan Karier untuk Para Millenial

Cara kerja para millennial memang cukup berbeda dari generasi sebelumnya. Walau dinilai lebih kreatif, mudah belajar, dan paham teknologi, millennial juga dikenal lebih mementingkan diri sendiri dari pada perusahaan serta ingin diakui keberhasilannya oleh lingkungan. Tak sedikit pula yang menganggap mereka lebih malas dan cepat bosan dari para pendahulunya.

Hidup di era millenial pun membuat mereka jadi narsis dan ingin memamerkan prestasi atau fasilitas kantor di jejaring sosial. Hal tersebut ternyata memang tidak salah dilakukan di zaman sekarang di mana banyak headhunter cari pekerja secara online. Lalu seperti apa strategi karier yang akan membuat millennial lebih berkembang? Berikut enam sarannya:

5 Usaha Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Naik jabatan


Umumnya setiap orang bakal naik jabatan kerja saat sudah punya lebih banyak ilmu, pengalaman, dan 'jam terbang'. Jika ingin naik jabatan lebih cepat, itu bisa diusahakan dengan bekerja lebih keras dan mengembangkan potensi yang ada. Tapi terkadang itu saja tidak cukup membuat Anda dilirik oleh bos untuk memegang posisi lebih tinggi dan tanggung jawab lebih berat. Anda juga perlu memperhatikan cara bersosialisasi hingga mencari mentor. Simak saran selengkapnya berikut ini: 

1. Bertindak Seperti Sudah Naik Jabatan

5 Tanda Anda Sudah Menjadi Karyawan Potensial

Terus meningkatkan kemampuan dan memperbaiki kesalahan adalah beberapa kunci keberhasilan dalam berkarier. Salah satu cara untuk dapat meraihnya adalah dengan mendengarkan evaluasi. Jika perusahaan Anda tidak memberikan penilaian rutin terhadap performa para pegawai, ada baiknya untuk menanyakannya langsung kepada manajer atau atasan. Meski begitu, hindari terlalu sering meminta penilai kerja karena bisa terlihat terlalu sombong atau insecure.

Ingin mengetahui apakah Anda sudah menjadi seorang karyawan yang baik dan teladan tanpa harus menanyakan langsung pada bos? Berikut lima tandanya yang bisa Anda jadikan acuan:

6 Tipe Rekan Kerja yang Menyebalkan dan Bagaimanan Mengatasinya

Setiap tempat kerja umumnya 'dihuni' para pegawai dengan kepribadian yang berbeda-beda. Tidak bisa dipungkiri jika tidak semua dari mereka punya sikap yang selalu menyenangkan atau cocok dengan Anda. Sebagai pekerja yang profesional, Anda tentu tidak bisa selamanya menghindari apalagi bermusuhan dengan rekan atau atasan menyebalkan. Inilah enam tipe teman kantor yang menyebalkan dan cara menghadapi mereka dilansir Dailyworth:

1. Pemalas
Punya satu rekan yang lebih sering main handphone, menonton streaming, atau keluar kantor dari pada bekerja? Teman kantor yang pemalas seperti itu tentu tidak menyenangkan apalagi jika Anda berada di satu divisi dengannya. Dalam menghadapinya, Anda punya dua pilihan reaksi, yakni mengacuhkan atau menegurnya. Namun bila kemalasan orang tersebut sampai ikut menggangu kerja Anda dan rekan lain, tentu Anda perlu tegur atau adukan pada manajer.