Tampilkan postingan dengan label Tips Membuat Surat Lamaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Membuat Surat Lamaran. Tampilkan semua postingan

7 Hal yang Harus Ditulis dalam CV Lamaran Kerja

Masih banyak pelamar pekerjaan yang belum tahu bagaimana caranya menulis curriculum vitae atau CV. Padahal, CV diperlukan perekrut untuk melihat daftar pengalaman serta keahlian yang Anda miliki. Jika Anda merasa masih bingung dalam menulis CV, simak tujuh hal yang harus ada di dalam CV berikut ini:

1. Data Pribadi
Chalifatunissa selaku HR Senior di Experd Consultant, hal pertama yang harus dicantumkan adalah data pribadi. Di bagian ini, isilah identitas pribadi Anda

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar Kerja Saat Membuat CV

Tidak sedikit pelamar kerja yang gagal mendapatkan kesempatan wawancara. Hal tersebut bisa saja terjadi karena CV atau curriculum vitae yang dibuatnya tidak menarik atensi perekrut sehingga enggan memanggil pelamar untuk wawancara. Lantas apa saja kesalahan yang sering dilakukan pelamar ketika membuat CV?

1. Format Penulisan Berantakan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Citizen Service (NCS), para perekrut menghabiskan waktu rata-rata

5 Cara Mengirim CV Lewat Email

Pernahkan Anda mengirimkan lamaran kerja namun tidak kunjung mendapatkan panggilan wawancara? Beberapa orang sering mengalami hal tersebut. Ada banyak faktor yang bisa saja terjadi, namun beberapa penyebab ini merupakan hal-hal yang sering membuat Anda tidak dilirik oleh perekrut.



1. Salah Tanggal
Dijelaskan oleh HR Senior di Experd Consultant Chalifatunissa, jangan

Daftar Hal yang Membuat Surat Lamaran Kerja Anda Tidak Dilirik

Pernahkan Anda mengirimkan lamaran kerja namun tidak kunjung mendapatkan panggilan wawancara? Beberapa orang sering mengalami hal tersebut. Ada banyak faktor yang bisa saja terjadi, namun beberapa penyebab ini merupakan hal-hal yang sering membuat Anda tidak dilirik oleh perekrut.


1. Salah Tanggal
Dijelaskan oleh HR Senior di Experd Consultant Chalifatunissa, jangan

6 Cara Agar Surat Lamaran Kerja Langsung Diterima

Curriculum Vitae atau daftar riwayat hidup adalah dokumen penting yang memberikan penjelasan singkat tentang diri seseorang, mulai dari pendidikan, keahlian, hingga pengalaman kerja yang dimiliki. Oleh karena itu, penulisan CV yang tepat sangatlah penting demi menciptakan kesan pertama yang baik di mata perekrut. Agar perusahaan langsung melirik CV Anda, berikut tips menulis CV yang menarik dan efektif seperti yang dituturkan oleh Chalifatunissa, HR Senior di Experd Consultant :

1. Perhatikan Format Penulisan

Contoh CV Menarik Agar Lamaran Kerja Cepat Dilirik

CV atau curriculum vitae menjadi salah satu data penting yang harus disertakan saat melamar pekerjaan. Tanpa CV, perekrut tidak bisa mengetahui kemampuan pelamar kerja serta keahlian. Namun sayanganya masih banyak pelamar yang kurang memahami bagaimana menulis CV yang menarik agar bisa dilirik oleh perusahaan. Bila Anda salah satunya, jangan khawatir. Berikut contoh CV yang bisa menarik perhatian para perekrut

Zaman Sekarang, Melamar Kerja Harusnya Cukup dengan Satu Lembar CV Saja

Selamat tinggal masa CV berlembar-lembar! Jika Anda tengah menyusun curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup untuk melamar kerja, pastikan itu dibuat seringkas mungkin. Erwin Parengkuan, presenter, public speaker sekaligus image consultant, malah menganjurkan CV tidaklah lebih dari satu lembar.

"Di zaman serba dinamis ini, CV seharusnya sudah tidak berlembar-lembar lagi. Kalau kebanyakan orang juga malas membacanya. Kalau bisa dibuat satu lembar justru lebih baik. Harus ringkas dan to the point supaya perekrut kerja lebih mudah memahami," ujar Erwin di sela peluncuran "Garnier Academy: Project 1 Week" di kawasan Senayan, Jakarta.

5 Hal yang Paling Penting dan Kurang Penting dalam Resume

Ternyata tidak semua rekruter menyetujui bahwa resume maksimal hanya dua halaman. Hal ini diungkapkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Mortar London. Ada beberapa perbedaan pendapat antara apa yang dianggap para rekruter penting dan apa yang dianggap para jobseeker penting, seperti misalnya personal interests. Hanya 41% rekruter yang menganggap bagian tersebut penting untuk diletakkan dalam resume, sedangkan 72% jobseeker menganggap hal tersebut penting.

Berikut ini adalah 5 (lima) hal yang dianggap elemen paling penting dalam resume menurut para rekruter, yaitu:

Zaman Sekarang, Melamar Kerja Harusnya Cukup dengan Satu Lembar CV Saja

Selamat tinggal masa CV berlembar-lembar! Jika Anda tengah menyusun curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup untuk melamar kerja, pastikan itu dibuat seringkas mungkin. Erwin Parengkuan, presenter, public speaker sekaligus image consultant, malah menganjurkan CV tidaklah lebih dari satu lembar.

"Di zaman serba dinamis ini, CV seharusnya sudah tidak berlembar-lembar lagi. Kalau kebanyakan orang juga malas membacanya. Kalau bisa dibuat satu lembar justru lebih baik. Harus ringkas dan to the point supaya perekrut kerja lebih mudah memahami," ujar Erwin di sela peluncuran "Garnier Academy: Project 1 Week" di kawasan Senayan, Jakarta.

Hindari Kata-kata Klise Ini di CV Jika Tak Ingin Dianggap Pelamar Pemalas

CV atau riwayat hidup menjadi satu-satu alat untuk 'mempromosikan diri' saat melamar kerja. Wajar saja, jika para pelamar ingin 'mengiklankan' dirinya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya adalah dengan mendeskripsikan diri sebagai seorang pekerja keras hingga berdedikasi. Namun hindari menggunakan kata-kata yang terlalu klise untuk menggambarkan potensi diri. Karena menurut para ahli, hal tersebut bisa membuat perekrut kerja menilai Anda negatif.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh PurpleCV.co.uk. Alasannya memang cukup masuk akal yakni karena kata-kata klise sudah terlalu sering digunakan sehingga terdengar tidak menyesankan. Kata-kata tersebut antara lain, pekerja keras, dapat diandalkan, pekerja tim, berdedikasi, memiliki passion atau minat tinggi, pemikir strategi, dan dinamis.

Hindari Kata-kata Klise Ini di CV Jika Tak Ingin Dianggap Pelamar Pemalas

CV atau riwayat hidup menjadi satu-satu alat untuk 'mempromosikan diri' saat melamar kerja. Wajar saja, jika para pelamar ingin 'mengiklankan' dirinya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya adalah dengan mendeskripsikan diri sebagai seorang pekerja keras hingga berdedikasi. Namun hindari menggunakan kata-kata yang terlalu klise untuk menggambarkan potensi diri. Karena menurut para ahli, hal tersebut bisa membuat perekrut kerja menilai Anda negatif.

5 Hal yang Harus Selalu Tercantum Dalam Surat Lamaran

Menulis surat lamaran yang potensial dilirik perekrut kerja tidak bisa dibilang mudah. Anda perlu memberikan impresi pertama yang menarik bahkan memikat sehingga bisa dipanggil untuk wawancara. Namun jangan pula menulis surat lamaran secara berlebihan yang membuang waktu dan tenaga Anda namun tidak menghasilkan apa-apa. Untuk Anda yang sedang kebingungan bagaimana menulis surat lamaran yang baik, simak lima hal yang perlu dicantumkan berikut ini:

Beberapa Hal yang Tidak Perlu Masuk Dalam CV


Saat melamar kerja, kita ingin memastikan CV kita berbeda dari yang lain — tapi bukan untuk alasan yang salah. Nah, supaya CV kita tidak berakhir di tempat sampah, pastikan lima hal berikut ini tidak terdapat dalam CV Anda!

1. Objektif atau tujuan
Memang ada masanya ketika para pencari kerja merasa perlu menuliskan tujuan atau bayangan pekerjaan mereka. Ini memang bagus bagi para pencari kerja, tapi membuang-buang waktu perusahaan. Kenapa? Soalnya mereka justru sedang mencari seseorang yang bisa memenuhi kriteria mereka (bukan sebaliknya). Anda boleh-boleh saja menuliskan objektif, tapi cukup save di komputer.

Kesalahan Umum Dalam Mengirimkan CV Pada Lulusan Baru


Curriculum vitae adalah representasi diri. Tetapi para lulusan baru sering mengirim CV yang bikin geleng-geleng kepala. Karena kurang referensi, mereka kerap melakukan kesalahan yang tidak disadari. Memang tidak mutlak membuat mereka ditolak, tetapi memperkecil peluang diterima. 
Nah, jika Anda seorang lulusan baru yang sedang berburu kerja dan tidak kunjung mendapat panggilan, jangan-jangan Anda melakukan beberapa kesalahan ini.

Foto 
Jika perusahaan mensyaratkan foto dalam lamaran kerja, pilihlah foto yang membuat Anda terlihat profesional. Jangan pakai foto yang diambil dari

Aturan Membuat Resume di Situs Pribadi

Sejak kemunculan internet tahun 1990-an, jumlah pembuat situs dan pengunjungnya selalu bertambah. Begitu banyak orang menggunakan internet, dari urusan jual-beli, mencari berita, menjual produk, sekadar curhat, tak terkecuali memasang resume, keahlian, portfolio, memublikasikan karya, dan banyak lainnya.

Ide untuk memasang situs personal yang memajang resume pribadi memang menggoda, siapa pun yang memiliki akses internet bisa melihat resume dan hasil karya Anda. Menurut Gerry Crispin dan Mark Mehler, konsultan sumber daya manusia dan penulis CareerXroads, direktori yang me-review dan mendata situs karir mengatakan bahwa ada fenomena baru mengenai pertumbuhan situs personal. Beberapa bidang kerja, seperti seni, teknik, arsitektural, komunikasi, dan pekerjaan apa pun yang membutuhkan portfolio, akan lebih mudah dipersiapkan lewat situs pribadi ketimbang membawa-bawanya setiap wawancara.

Rahasia Resume Yang Menjual

Agar sukses mendapatkan pekerjaan sebagai seorang Medical Representative, resume Anda harus mampu menarik perhatian pencari kerja yang prospektif dan cukup "menjual". Resume adalah semacam kesan pertama yang ingin Anda ciptakan kepada calon atasan Anda. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk membuat Anda berada dalam antrean terdepan penerima undangan wawancara.

 1. Cantumkan yang terpenting pada bagian teratas
Pastikan Anda tahu tempat yang dituju atau posisi apa yang ingin Anda lamar. Jika Anda baru saja lulus kuliah, belum ada pengalaman kerja, dan pendidikan adalah yang paling bisa Anda "jual", maka cantumkan pendidikan Anda di bagian paling atas. Jika Anda sudah pernah bekerja sebelumnya dan akan melamar ke bidang yang serupa, cantumkan pengalaman pekerjaan terlebih dahulu, baru pendidikan. Akhir-akhir ini pengalaman bekerja lebih sering menjadi poin utama.

Coba tempatkan diri Anda sebagai pencari kerja dan apa yang ingin Anda cari dalam diri calon karyawan Anda. Keahlian apa yang Anda miliki dan akan berguna untuk perusahaan tersebut?

Me-Mark Up Resume, Apa Resikonya?

Pada saat persaingan di dunia kerja saat ini makin ketat, sering kita jumpai orang yang me-mark up daftar riwayat hidupnya. Entah itu dalam hal menyebutkan skill-nya, pendidikannya, jabatannya, atau yang paling umum adalah gajinya. Hal ini dilakukan untuk membuat diri mereka lebih menarik di mata calon employer.

Menjual diri, atau melakukan marketing atas diri sendiri, adalah suatu keharusan. Namun mempromosikan diri bukan berarti Anda harus melakukan penipuan dalam resume, atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan saat wawancara. Ketika Anda melakukan hal ini, Anda justru meningkatkan risiko akan nasib Anda selanjutnya.

"Pengecekan latar belakang seseorang sangat mudah dilakukan sekarang. Hal itu sangat terbuka di internet," ujar Dennis Nason, CEO dari firma perekrutan Nason & Nason. Lagipula, banyak perusahaan dan perekrut mempekerjakan provider yang tugasnya mengecek background seseorang.

Saran Penting Menulis Resume

1.  Jujur, Jangan Berbohong 
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada Curriculum Vitae atau resume anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya. 

Pada umumnya CV atau resume hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah. Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman. 

3.  Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan

Tips Menulis Resume

          Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk posisi sebagai Medical Representative di sebuah perusahan farmasi.

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)

    1. Identitas (Data Pribadi)

  Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).

    2. Pendidikan

        Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

    3. Kemampuan

Bagaimana Membuat Surat Lamaran Yang Baik

Agar Anda memiliki kesempatan besar dipanggil untuk mengikuti interview di sebuah perusahaan farmasi untuk posisi sebagai Medical Representative, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik, yaitu sebagai berikut:

  1. Impresif.
Tampilkan jati diri kita secara menarik. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah.

  1. Menarik minat calon atasan.
Kesan pertama sangat penting. Usahakan untuk menyusun surat yang ketika seseorang mulai membacanya, akan langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita

  1. Menyebutkan kualifikasi yang diraih.