Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Ridho atas Ketetapan Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Hai pembaca yang budiman, bagaimana kabarnya saat ini? Semoga baik-baik saja dan selalu dalam petunjuk dan bimbingan Allah subhanahu wata'ala ya... Sungguh menakjubkan urusan kaum muslimin, bila mendapat musibah dia bersabar, dan bila mendapat anugerah dia bersyukur...

Apapun yang terjadi pada diri kita saat ini, bukanlah merupakan hal yang kebetulan semata. Itu adalah akibat dari perbuatan di masa yang telah lalu, atas kehendak dan seizin Allah subhanahu wata'ala.

Berhati-hati Dalam Berhutang

Dalam setiap upacara pemakaman, wakil keluarga selalu mengatakan;"Jika masih ada urusan utang-piutang dengan almarhum, mohon menghubungi kerluarga untuk menyelesaikannya..."
 
Kenapa soal hutang itu sedemikian pentingnya? Karena dalam iman kita, hutang yang tidak dibayar dibawa mati keakhirat nanti. 
 
Lalu, apakah kita tidak boleh berhutang? Gak ada yang larang. Tapi mesti disesuaikan dengan kemampuan untuk melunasinya. Dan mesti pantes aja dengan kondisi dan kebutuhannya. Kalau nggak sanggup bayar, sudahlah; gunakan apa yang ada saja. Kalau nggak penting-penting banget; ngapain berhutang.

Tanggungjawab Kepemimpinan Pribadi

Situasi paling buruk bagi sebuah kapal adalah ketika kapal itu dilayarkan oleh nakoda yang buruk. Keadaan paling buruk bagi sebuah pesawat adalah ketika pesawat itu diterbangkan oleh pilot yang buruk. Kehidupan paling buruk bagi rakyat sebuah negara adalah ketika Negara itu dipimpin oleh Presiden yang buruk. Dan, jalan hidup paling buruk bagi setiap insan adalah ketika dia mengarahkan dirinya sendiri ke jalan yang buruk.

Menjadi Ahli Itu Perintah Nabi

Berapa lama Anda sudah bekerja sebagai seorang profesional? Oke. Apakah Anda sudah mempunyai keahlian yang bisa diandalkan? Untuk karir Anda. Untuk hidup Anda. Untuk menunjukkan bahwa Anda adalah seorang professional yang benar-benar ahli dibidangnya. Perhatikan bagaimana para ahli dihargai oleh perusahaan. Dihormati oleh teman. Mendapatkan imbalan yang pantas dan memuaskan.
 
Memang hanya dengan menjadi seorang ahli yang mumpuni saja kita bakal dinilai tinggi. Jika tidak, maka kita hanya akan menjadi pegawai biasa-biasa saja. Seperti kebanyakan orang lainnya. Yang tidak memiliki nilai tambah apa-apa. Dan bayaran kita juga, sekedarnya saja.

Hak Tubuh Kita

Sudah berapa lama tubuh itu melayani Anda? Tentu sudah sejak lahir ya. Tinggal hitung berapa umur kita. Selama itu pula tubuh bekerja untuk kita. Pertanyaan; apakah Anda sudah memenuhi haknya? Tubuh kita kan punya hak juga. Untuk kita layani. Bukan sekedar melayani kita.

Makanan, iyalah sudah kita berikan. Makanya tiap hari kita makan. Tapi waktu Anda makan, apakah memang sedang memberi tubuh apa yang menjadi haknya? Ataukah sekedar mengikuti kegemaran untuk 'mengunyah'.

Orang Baik Dan Orang Buruk

Selain berdasarkan jenis kelamin, manusia bisa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu; orang baik dan orang buruk. Hal itu, didasarkan pada tingkah lakunya. Orang yang bertingkah laku baik, masuk kelompok baik. Orang yang gemar menipu, merenggut hak orang lain, mengambil sesuatu yang bukan miliknya, masuk kelompok orang buruk.
 
Anda, termasuk kelompok yang mana? Orang baik dong. Kata siapa? Kata kita sendiri. Namun, apakah orang lain punya pendapat yang sama soal itu? Jika kebanyakan orang yang berinteraksi dengan kita menyatakan yang sebaliknya, maka mungkin klaim kita tidak benar-benar akurat.

Bagaimana Cara Pulangmu Itikafer?

Pic. Source: www.uccgonline.org
Tidak usah diajari lagi. Setiap orang pasti tahu persis bagaimana caranya untuk pulang ke rumah masing-masing. Yang sering kali kita tidak ketahui adalah; cara pulang ke rumah semua umat manusia. Rumah abadi tempat kembalinya setiap insan. Meskipun begitu, sesungguhnya kita bisa memperkirakan. Bagaimana cara seseorang akan pulang. Ini bukan ramalan. Melainkan soal probabilitas saja. Orang yang sepanjang hidupnya dihiasi dengan ibadah, kemungkinan besar akan ‘pulang’ ketika sedang beribadah. Orang yang keseringan melakukan keburukan, ya terbuka peluang untuk pulang ketika sedang berbuat buruk kan? Pasti begitu? Tidak. Tapi kemungkinan besarnya ya begitu itu. Pesan pentingnya; bagaimana cara kita menjalani hidup, ya kira-kira bakal seperti itulah kita ketika dijemput maut. Kalau Anda, kira-kira bakal seperti apa situasinya ketika saat itu tiba?

Inilah Lima Keutamaan Hidup Jujur


Banyak orang mengajar kebahagiaan di balik kemegahan materi. Padahal, itu semua hanyalah kesemuan belaka. Kalau ingin bahagia jujurlah. Jujur kepada Allah sebagai hamba-Nya, jangan basa-basi dan jangan setengah-setengah. Jujur sebagai suami maka selalu menjauhi dosa dan memberikan nafkah secara halal dan maksimal. Jujur sebagai istri maka selalu menjaga kehormatan diri dan harta suami dan benar-benar menjadi tempat berteduh bagi suami. Jujur sebagai pemimpin maka selalu menjunjung tinggi asa musyawarah dan bekerja keras untuk menegakkan keadilan dan memastikan kesejahtraan rakyatnya. Bila kejujuran seperti tersebut di atas terwujud, banyak hikmah yang akan dipetik. 


Pertama, jujur akan mengantarkan ke surga. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga … dan sungguh kebohongan akan mengatarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarkan kepada neraka .…” (HR Bukhari-Muslim).

Membalas Kebaikan Ibu


Suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. 
Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”


Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi).


Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa setiap anak tidak akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali ia menemukan orang tuanya sebagai budak, lalu dibeli dan dimerdekakan. (HR Muslim). 

Alqur’an : Sumber inspirasi Ilmu Pengetahuan


REPUBLIKA
Oleh: Agus Purwanto*)

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasann mengenai 
petunjuk itu dan pembeda …”(QS 2:185)

Al-Qur’an bersama sunnah rasul saw merupakan dua pegangan utama ummat Islam dalam mengarungi hidup di masa dan pasca kehidupan rasul saw. Mengingat fungsinya yang demikian maka banyak karya tulis dibuat dalam rangka mempertahankan spirit dan inti pesan agar tidak keluar konteks tetapi tetap sesuai dengan situasi ruang-waktu.

Kepedulian Pemimpin

Saat menjadi khalifah, setiap malam Umar bin Khattab selalu berkeliling untuk melihat lebih dekat bagaimana kondisi masyarakat yang sebenarnya. Dari pemantauannya itu, semakin terbuka mata, hati, dan telinga sang khalifah untuk bergerak cepat menanggapi realitas yang terjadi.

Belajar adalah kata kunci dari suatu keberhasilan, hatta dengan kepemimpinan. Keberhasilan Umar bin Khattab sebagai figur pemimpin saleh adalah karena beliau belajar untuk memfungsikan mata, hati, dan telinga dengan sebenarnya. Tidak tabu dan alergi pada kritikan dari siapa pun, bahkan dari rakyat jelata sekalipun.

KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN DO'A

[1]. Do'a adalah ibadah berdasarkan firman Allah :  

"Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [Ghafir : 60].

Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Syaikh Taqiyuddin Subki berkata : Yang dimaksud doa dalam ayat di atas adalah doa yang bersifat permohonan, dan ayat berikutnya 'an 'ibaadatiy menunjukkan bahwa berdoa lebih khusus daripada beribadah, artinya barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau berdoa.

Ketundukan Alam Kepada Kita Tidak Gratis

Ketundukan (sam’an wa tha’atan) lahir, berbanding lurus dengan keadilan dan
 kasih sayang pemimpin

Sesungguhnya kehadiran manusia di muka bumi ini di samping sebagai abdullah, pula sebagai khalifatullah (mandataris Allah SWT). Tugas pertama menegakkan nilai-nilai agama (iqamatud din). Tugas ini jika berjalan dengan baik, berefek pada kehidupan yang berkualitas secara lahir dan batin, dalam skala kehidupan individu (hayatan thayyibah), keluarga (sakinah, mawaddah wa rahmah), masyarakat (qaryah mubarakah), negara (baladan amina), dan kumpulan beberapa negara (global state) (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Islam hadir menjaga enam kebutuhan primer manusia. Yaitu: menjaga jiwa, akal, harta, agama, keturunan, dan kehormatan diri dari kontaminasi penyimpangan. Islam bersahut-sahutan dengan fitrah manusia. Fitrah manusia senang dengan sesuatu yang dikenali hati (ma’ruf), kejujuran, kesantunan, kesejukan, dan lain-lain. Dan mengingkari sesuatu yang diingkari hati (mungkar), kebohongan, kepalsuan, kekerasan, dan lain-lain.

Hubungan Antara Menolak Kemiskinan Dengan Ayat Pertama Surah Al-Ikhlas

Dalam kehidupan di zaman modern penuh fitnah dewasa ini, kita jumpai banyak sekali manusia yang hidup dipenuhi kegelisahan berkepanjangan. Dan salah satu kegelisahan tersebut bersumber dari kekhawatirannya akan jatuh miskin. Inilah fenomena nyata yang membuktikan betapa faham materialisme telah mendominasi mayoritas penduduk planet bumi. Kebanyakan orang saat ini jauh lebih takut akan kehilangan harta daripada kehilangan iman dan keyakinannya akan Allah Sang Pencipta jagat raya. Banyak orang telah menjadikan kesuksesan dalam kehidupan dunia sebagai tujuan utamanya. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kita bahwa jika dunia telah menjadi fokus perhatian utama, maka hidup seseorang bakal berantakan dan kemiskinan bakal menghantui dirinya terus-menerus.

“Barangsiapa yang menjadikan dunia ambisinya, niscaya Allah cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran (kemiskinan) menghantui kedua matanya dan Allah tidak memberinya harta dunia kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.”
 (HR Ibnu Majah 4095)

Memburu Doa

Sebaik-baik hari bagi umat Islam adalah hari Jum'at. Hari sayyidul ayyaam
(pemimpin hari) yang paling agung dan paling utama di sisi Allah Ta'ala.
Banyak ibadah yang dikhususkan pada hari itu, misalnya membaca surat as
Sajdah dan al Insan pagi shalat Subuh, membaca surat al Kahfi, shalat Jum'at
berikut amalan-amalan yang mengirinya, dan beberapa amal ibadah lainnya. Di
dalamnya juga terdapat satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Tidaklah
seorang hamba yang beriman memunajatkan do'a kepada Rabbnya pada waktu itu,
kecuali  Allah akan mengabulkannya selama tidak meminta yang haram.
Karenanya seorang muslim selayaknya memperhatikan hari Jum'at.

Setiap Persendian Wajib Dishadaqahi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Setiap persendian manusia wajib dishadaqahi, setiap hari yang padanya matahari terbit. Beliau bersabda, "Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, membantu seseorang dalam masalah kendaraannya lalu menaikkannya ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah shadaqah. Beliau bersabda, "(Mengucapkan) kalimat yang baik adalah shadaqah, setiap langkah yang dia berjalan menuju masjid untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah shadaqah."
 (HR. Al-Bukhariy no.2989 dan Muslim no.1009)

Kedudukan Hadits Ini
Di antara yang diserukan oleh agama Islam adalah berkumpulnya kalimat dan bersatunya hati di atas Al-Haq dan rasa cinta, maka hadits ini mempunyai kedudukan yang tinggi dan begitu pentingnya dalam hal menyerukan kepada sebab-sebab terwujudnya persatuan dan rasa cinta.

Kendalikan Nafsu, Itu Jalan Ke Surga

Setiap kali kita berbiacara tentang puasa selalu kita teringat tentang pengendalian nafsu. Sebab puasa adalah ibadah mengendalikan nafsu. Dalam Al Qur’an masalah pengendalian nafsu adalah masalah penting. Dan bahkan Allah swt. menegaskan bahwa mengendalikan nafsu adalah jalan ke surga. Dalam surah An Nazi’at:40-41 Allah berfirman yang artinya:

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan
 menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah
 tempat tinggal (nya).”

Ayat ini menunjukkan beberapa makna:

Lisan Terjaga Kebatilan Sirna

Lidahmu adalah harimaumu, begitu kata pepatah. Ini mengandung makna betapa besar dampak dari setiap ucapan yang terlontar. Tak sedikit orang yang terjerumus ke jurang masalah karena mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Dalam kaitan ini, agama Islam telah memberikan rambu-rambu.

Pada dasarnya, ucapan maupun perkataan merupakan cerminan jiwa. Maka itu, Nabi Muhammad SAW berpesan pilihlah kata-kata yang baik. Dalam hal ini, beliau merupakan teladan terbaik. Setiap saat, Rasulullah senantiasa menggunakan kata yang baik dan halus untuk umatnya.

12 Barisan Manusia Di Hari Kiamat pada saat Sangkakala Ditiup

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT:
.
"Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris."
(QS An-Naba’:18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

Menjawab Kebohongan Ahmadiyah

Berbagai penganut “aliran sesat” sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan paham-pahamnya
Berbagai aliran sesat sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan paham-pahamnya. Berbagai kebohongan, pengaburan, dan tipu daya juga seringkali dimunculkan dalam kasus seputar Ahmadiyah. Pada tanggal 3 Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berkirim surat berupa “Ringkasan Penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia” kepada Azyumardi Azra di kantor Sekretariat Wakil Presiden.
 Tulisan ringkas berikut ini merupakan jawaban-jawaban ringkas dan jitu untuk meluruskan beberapa penjelasan kaum Ahmadiyah, seperti dalam surat mereka ke Azyumardi Azra di kantor Wapres tersebut. Berikut ini beberapa penjelasan Ahmadiyah dan jawaban kita.