Ini yang Perlu Dilakukan Wanita Agar Setara dengan Pria di Dunia Kerja

Kesetaraan gender masih menjadi masalah di dunia kerja. Perusahaan pun dianggap belum memprioritaskan masalah ini sehingga banyak wanita kesulitan menyamai dominasi pria. Padahal kesetaraan gender dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif hingga meningkatkan produktivitas. Lalu apa yang perlu dilakukan untuk mendukung kesetaraan gender di dunia kerja?

Sebuah riset pun dilakukan untuk menemukan jawabannya. Penelitian dilakukan oleh perusahaan Accenture kepada 22 ribu pekerja, 700 di antaranya dari Indonesia. Berdasarkan riset terungkap ada 40 faktor yang bisa mendukung wanita dan kesetaraan gender di lingkungan profesional. Faktor-faktor itu pun kemudian dibagi menjadi tiga kategori berikut:

1. Kepemimpinan Tegas
Penelitian dilakukan demi mengungkap apa yang sebenarnya dibutuhkan agar tercipta kesetaraan gender di perusahaan. Salah satu yang terpenting adalah usaha dan dukungan dari perusahaan itu sendiri. Berdasarkan riset, kesetaraan gender akan tercipta saat masalah tersebut benar-benar diprioritaskan dan disampaikan kepada semua karyawan. Disarankan pula agar aturan mengenai kesetaraan gaji dibuat lebih jelas.

"Selama ini aturan mengenai kesetaraan gaji hanya 'nato' saja, no action talk only," ungkap Neneng Goenadi selaku Country Managing Director Accenture Indonesia saat memaparkan riset 'Getting to Equal 2018' di Le Meridien, Jakarta Pusat.

Baca Juga: 8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

2. Tindakan Komprehensif
Untuk mencapai kesetaraan gender di perusahaan dibutuhkan juga tindakan yang komprehensif. Diharapkan perusahaan bisa membuat progres demi meminimalisir ketimpangan antara pekerja wanita dan pria dalam mengejar karier. Menurut Neneng, perusahaan perlu mendukung adanya women's network atau komunitas wanita dan mendukung para pria untuk mengambil parental leave.

"Contohnya di perusahaan kami Accenture, ada network untuk ibu muda bisa saling share. Ada juga untuk senior manager agar bisa meningkatkan karier mereka sehingga bisa bertanya dan berbagi mengenai tantangan. Selain itu, ada women's mentoring program untuk mahasiswa. Tapi kelemahan wanita di dunia memang nggak enakan jadi harus di-encourage. Kalau tidak ada ya ciptakan sendiri," jelas Neneng.

"Sedangkan untuk parental leave menjadi penting karena kesetaraan gender bukan hanya mengenai perempuan tapi juga laki-laki. Parental leave yang dibutuhkan bukan hanya tiga atau empat hari. Kalau wanita dapat tiga bulan, paling tidak sebaiknya laki-laki bisa cuti satu setengah bulan," tambahnya.

Baca Juga: Motivasi : Apa Yang Menyebabkan Karir Seseorang Cemerlang?

3. Lingkungan yang Memberdayakan
Kesetaraan gender juga perlu didukung dari lingkungan. Untuk menciptakan lingkungan ramah kesetaraan perusahaan pun diminta untuk tidak menyuruh pegawai mengubah penampilan. Berdasarkan riset, wanita lebih berkembang ketika mereka dibebaskan berpenampilan. Disarankan pula agar perusahaan mendukung fleksibilitas jam kerja, memberi training, hingga menyediakan wadah untuk melaporkan pelecehan seksual.

Namun usaha perusahaan saja tidak akan cukup untuk menciptakan kesetaraan gender. Dibutuhkan pula usaha dari wanita itu sendiri untuk mau berkompetisi agar menyamai dominasi pria. Agar lebih banyak wanita yang mencapai posisi tinggi di perusahaan, aga tiga hal yang bisa dilakukan.

"Pertama gunakan teknologi. Wanita Indonesia lebih banyak menggunakan teknologi untuk chatting. Padahal itu bisa kita gunakan untuk menajamkan kemampuan kita. Kedua adalah dengan mendapatkan training. Kalau tidak disediakan perusahaan, kita bisa mencari sendiri. Ketiga adalah gabung dengan women's network. Kalau tidak ada, wanita bisa ciptakan sendiri, harus proaktif," kata Neneng.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar