Aturan Membuat Resume di Situs Pribadi

Sejak kemunculan internet tahun 1990-an, jumlah pembuat situs dan pengunjungnya selalu bertambah. Begitu banyak orang menggunakan internet, dari urusan jual-beli, mencari berita, menjual produk, sekadar curhat, tak terkecuali memasang resume, keahlian, portfolio, memublikasikan karya, dan banyak lainnya.

Ide untuk memasang situs personal yang memajang resume pribadi memang menggoda, siapa pun yang memiliki akses internet bisa melihat resume dan hasil karya Anda. Menurut Gerry Crispin dan Mark Mehler, konsultan sumber daya manusia dan penulis CareerXroads, direktori yang me-review dan mendata situs karir mengatakan bahwa ada fenomena baru mengenai pertumbuhan situs personal. Beberapa bidang kerja, seperti seni, teknik, arsitektural, komunikasi, dan pekerjaan apa pun yang membutuhkan portfolio, akan lebih mudah dipersiapkan lewat situs pribadi ketimbang membawa-bawanya setiap wawancara.
Crispin dan Mehler juga memberikan peringatan bahwa dengan menerbitkan pekerjaan Anda di situs ada juga sisi tak baiknya. Salah satunya adalah privasi, khususnya informasi personal, seperti nomor telepon, alamat, nama lengkap, dan lainnya. Crispin dan Mehler menyarankan bahwa situs pribadi semacam ini sebaiknya hanya dijadikan pendukung saja, jangan dijadikan alat pengenal untuk Anda kepada pemberi kerja. Tetaplah fokus dengan resume konvensional Anda. Jika Anda sedang ingin membuat situs resume pribadi, Crispin dan Mehler menawarkan tips untuk dipertimbangkan:

1. Pikirkan keamanan
Perhitungkan informasi apa saja yang aman untuk dicantumkan di situs Anda. Jangan menyertakan informasi yang berkaitan dengan identitas yang mengacu langsung kepada Anda di dunia nyata yang bisa menyakiti Anda, alamat e-mail yang sering Anda gunakan saja sudah cukup.

2. Tetaplah profesional
Anda tak akan membawa-bawa foto binatang peliharaan, teman-teman, keluarga, atau kekasih ke wawancara kerja, kan? Jadi usahakan untuk tidak memuat hal-hal tersebut di situs pribadi untuk urusan pekerjaan. Jangan samakan situs pribadi untuk profesional dengan situs pribadi kehidupan Anda. Begitu pula dengan tampilan situsnya, hindari warna-warna ceria atau bunga-bunga, background, macam-macam jenis huruf, musik, atau link macam-macam. Hal-hal  yang sepantasnya ada di laman situs resume pribadi adalah:
- Sertifikat surat referensi.
- Tugas akademik atau jurnal yang pernah dipublikasikan.
- Portfolio tulisan yang pernah Anda tulis untuk suatu media.
- Foto, karya seni, atau karya kreatif lain (jika Anda melamar posisi yang membutuhkan keterampilan kreatif).
- Contoh grafis komputer atau pekerjaan yang berhubungan dengan jejaring.
- Contoh-contoh hasil kerja IT lainnya.

3. Usahakan sesederhana mungkin
Ciptakan homepage yang mengkategorikan prestasi-prestasi Anda, lalu sertakan link yang menambahkan informasi tambahan untuk mendukung prestasi besar yang pernah Anda capai. Perkecil penggunaan file-file grafis besar dan foto yang bisa membutuhkan waktu lama untuk dibuka, kecuali memang dibutuhkan.

4. Berapa banyak pengunjung?
Jangan lupa untuk menyertakan aplikasi yang memungkinkan untuk mendata berapa banyak pengunjung yang membuka laman Anda.

5. Pujian
Laman situs resume pribadi Anda harusnya menjadi alat pendukung resume, bukan sebagai bentuk resume utama Anda. Pastikan keduanya bersinergi dengan baik. Cantumkan alamat situs resume pribadi Anda di resume konvensional. Jika memungkinkan, buat pula link khusus untuk komentar-komentar dari mantan rekan kerja atau dari pengunjung yang menyenangi karya Anda.

6. Jangan berhenti di sana
Jangan berpikir bahwa dengan menciptakan sebuah laman situs, lalu para pemberi kerja akan berlomba-lomba mencari Anda. Di penghujung hari, riset Anda, usaha mencari kerja, resume, dan wawancara kerja, juga kesan yang Anda ciptakanlah yang bisa membuat Anda mendapatkan pekerjaan.

Sumber : www.kompas.com

DAPATKAN E-BOOK ISTIMEWA 'MENGUPAS TUNTAS RAHASIA INTERVIEW KERJA", KLIK DI SINI.


ATAU DALAM BENTUK DVD BERISI PULUHAN VIDEO DAN E-BOOK DI SINI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar